Healing ke Gunung Kelud

Kawah Gunung Kelud

Akhir-akhir ini, aku jadi tim yang membenarkan fatwa bahwasanya jadi anak kuliahan adalah masa terenak dalam hidup! Jalan bisa berhari-hari, duit modal liburan bisa di dapet dari hasil kerja freelance, ahh merindu akuuu dengan masa indah itu!!

Sek, Kok jadi curhat mendalam yak? Hehe.

Gini lho ceritanya, hari Minggu kemarin aku pergi ke Gunung Kelud. Aku pergi dengan Gusti, temanku yang sudah datang ke Malang sejak sehari sebelumnya. Sebenarnya kami mau berangkat ramai-ramai, tapi teman-teman yang lain masih sibuk sampai hari itu. Kami berangkat pukul setengah tujuh pagi dari Malang. Jalanan cukup lancar pagi itu. Nggak ada truk jatuh atau hambatan lainnya. Kami menghabiskan waktu sekitar dua jam sampai akhirnya aku sambat luwe (mengeluh lapar), hehe.

Kami berhenti di salah satu warung kecil yang cukup sepi. Apa sih menu andalan pagi kalau bukan Nasi Pecel? Kami pesan dua porsi Nasi Pecel yang bener-bener pecel banget! Isinya ya nasia putih, sayuran, bumbu pecel, temped an rempeyek. Nggak ada tuh ayam goreng atau daging empal kayak pecel modifikasi yang banyak di pasaran. Dua piring nasi pecel, 2 gelas the hangat dan 1 plastik kerupuk harganya Rp. 15 ribu aja. Kediri memang mantap!

Setelah selesai makan pagi, kami lanjut ke loket Gunung Kelud yang ternyata jaraknya deket banget sama warung tadi. Nah, dari loket, kita masih harus berkendara sekitar 15 menit lagi untuk sampai di parkiran. Parkiran ini dibagi jadi dua, ada parkiran Mobil dan Motor. Jarak jalan kaki dari parkiran mobil ke Kawah Gunung Kelud agak sedikit lebih jauh, dibandingkan dari parkiran motor. Tapi jangan khawatir, karena disana ada ojek yang siap mengantar kamu sampai ke bibir kawah Gunung Kelud. Sedap kaaann?

Gunung Kelud ini adalah Gunung Wisata dengan ketinggian 1731 mdpl, yang bisa diakses dengan sangat mudah. Tapi, ada juga jalur pendakian yang bisa dijadikan sarana berlatih untuk para pendaki. Menurut informasi yang ada, starting point jalur pendakian ada di Blitar.

Jalan ke Gunung Kelud

Sebagai anak muda, pasti sayang kalau energi kita cuma disimpan aja (alasan, padahal ngirit!), hehehe. Saranku, kalau emang punya cukup waktu dan tenaga, lebih baik jalan santai aja. Selain hemat pengeluaran, kamu juga bisa hunting foto selama di perjalanan menuju Kawah. Kalau naik ojek, mana bisa berhenti terus foto? Yakhaaannn, bos?

Jalur Parkiran Gunung Kelud

Gunung Kelud ini sederhana tapi cantik loh menurutku! Ijo royo-royo, sejuk, adeeeemmm banget dilihatnya! Malah pas lagi di atas dan lihat ke bawah parkiran, pemandangannya sekilas mirip sama jalanan tembok cina (padahal belom pernah kesana sih ya, wkwk). Auto pengen Kungfu! Wadaw.

Ditengah perjalanan, ada gerbang pembatas yang harus dilewati untuk lanjut ke Kawah. Gerbang ini di buka pukul 6 pagi sampai 5 sore aja. Jalan yang ditempuh juga lumayan. Nggak ada aspal, adanya jalan berpasir, kerikil dan bebatuan yang guwede kaya kepiting rebus. Hm, laper!

Salah satu spot di dekat Kawah Gunung Kelud

Hati-hati ya, beb! Kalau bisa sih pakai sepatu yang nyaman biar aman dan nggak lecet. Soalnya jalanan disana bener-bener bikin sol sepatu cepet tipis. Sepatuku aja sampe jebol, astagaa menangis semalam aku. Untungnya nggak terlalu kelihatan dan tetap nyaman dipakainya sih! Udah kayak duta Converse banget nggak sih aku ini? Huhu.

Kawah Gunung Kelud

Oh iya, kalau masih di musim hujan kayak begini, lebih baik kamu berangkat agak pagi. Selain menghindar dari macet, kamu juga bisa terhindar dari godaan mantan derasanya hujan. Untungnya, pas kami udah di jalan balik, hujannya baru turun. Jadilah kami neduh di warung kopi, mamam indomie sama mimik es teh. Mancaaappp!!

Eh, kalau mau jalan, ajakin aku dong, beb!

Komentar

  1. belum pernah ke gunung kelud nih, padahal stay di jawa timur

    BalasHapus

Posting Komentar